mau duit dari internet ??? KLIK

Sunday, 9 March 2014

Oh Brebes *Lebay! Haha

Eh ini jam berapa ? kok ayam jago udah berlomba-lomba berkokok ya ?
ya ampun, ternyata sudah pukul 02.30, kaget juga sih kok ya cepet banget sudah jam segini, perasaan mata ini juga belum mau merem, ah ya sudahlah, daripada melek-nya ga berguna, mending aku berselancar aja deh nyari-nyari info buat bekalku nulis-nulis proposal nanti, daaaan akhirnnnyyaaa *lebay-nya kambuh :D  sampailah aku ke situs www.depkes.go.id .
Sudah pada tau dong ya pastinya situs yang aku tuju itu situs apa ? APA ??? situs download film ? bukaaann! salah pemirsaaa... APA ??? Social Media terbaruuuu??? IYYYAA! SALAAH!! Apa cobaa ???Nah, iya betul sekali, situs dari kementerian kesehatan republik indonesia :), begitukan saya jadi tidak perlu repot-repot menjelaskan, karena saya tau pemirsa lebih cerdas daripada saya , hehehe betul kan ? 
Makin ngelantur kan? pagi-pagi buta saja masih sempat ngelantur, maaf pemirsa. :)

Kali ini saya mau posting yang agak serius nih, karena ini menyangkut harkat dan martabat serta kelangsungan hidup saya.. *seettdaah, apa banget! hahaha
Tapi, ini memang penting sih! awalnya saat berselancar itu, saya menemukan file berformat pdf dengan judul "Jawa Tengah", dan isinya adalah tentang informasi kesehatan yang ada di Jawa Tengah tahun 2013. Wuiiih keren nih, datanya up to-date ternyata. 

Eiittt tunggu dulu, sempet shock saya pas melihat estimasi jumlah penduduk indonesia tahun 2013, bayangin jumlahnya itu 248.422.956 jiwa (hayooo berapa bacanya ? bisa nggak ? haha). Tiga provinsi dengan estimasi jumlah penduduk tertinggi ditempati sama Jawa Barat (45.472.830 Jiwa), Jawa Timur (38.268.825 Jiwa) dan yang terakhir itu Jawa Tengah (32.684.579 Jiwa). Lumayan banyak yah penduduk Indonesia, Jawa Tengah juga, menempati posisi ketiga pula. 

Sebenarnya sih masalah yang mau saya bahas itu lebih menyempit lagi, iya! saya cuma mau bahas salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan posisi paling barat, perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa Barat, Coba tebak, mana hayoo ? yaa! anda benar! Iya BREBES, Brebes Berhias, Brebes Kota Bawang Merah, Brebes Kota Telor Asin, kota apalagi ??? kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah. 

Tapi, mohon dimaafkan dan koreksi-nya ya pemirsa, kalau nanti info yang saya berikan ternyata keliru, karena saya sendiri masih dalam tahap belajar, oke? janji loh yaa?? deal! *satuin jari kelingking saya dengan jari kelingking pemirsa hihihi :D
Gambarnya dapet dari Mbah Gugel ya ? :D

Menurut Om Wiki [(id.wikipedia.org), ini dikasih tau sama mbah Gugel lho yaa :) (www.google.co.id) ], Kabupaten Brebes itu mempunyai luas 1657,73 km2, nah masih menurut om wiki juga, Kabupaten Brebes itu masih termasuk dalam kabupaten yang luas wilayahnya, setelah Purbalingga, Cilacap, Grobogan dan Blora tentunya *ini juga masih banyak kabupaten yang belum tercantum luas wilayahnya, tapi katanya sih datanya di perbaharui pada tanggal 22 Januari 2014, jadi semoga valid ya pemirsa. hehe

Pada tahun 2010, jumlah penduduk kabupaten Brebes itu 1.732.719 Jiwa, tahun 2011 jumlah penduduk Kab.Brebes meningkat lagi jadi 1.733.869 Jiwa, sayangnya saya ga nemu data 2012 , saya cuma nemu data estimasi penduduknya saat 2013 yaitu 1.750.036 Jiwa, semakin meningkat kan ? bahkan menurut data dari kemenkes itu juga Kabupaten Brebes menempati posisi pertama dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah tahun 2013, diikuti sama Kab.Cilacap dan Kota Semarang. meskipun dinobatkan sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak, tetapi peringkat kepadatan penduduk di Jawa Tengah ini malah dipegang oleh Kota Surakarta, yaitu 10.954,0 Jiwa/km2, diikuti Magelang dan Pekalongan. Wiih Hebat ya ?? hahaha ngarang!

Tapi nih yah pemirsa, ada yang membuat saya heran! Kabupaten Brebes itu masuk dalam 3 Kota/ Kabupaten Daerah Bermasalah Kesehatan atau yang biasa disebut dengan DBK. Pada tau ga sih DBK itu apa ? nihh aku kasih tau *sambil buka buku panduan P-DBK haha, DBK itu adalah kabupaten atau kota yang mempunyai nilai IPKM diantara rerata sampai dengan – 1 (minus satu) simpang baku, tetapi mempunyai nilai kemiskinan (Pendataan Status Ekonomi/PSE) diatas rerata (masing-masing untuk kelompok kabupaten dan kelompok kota). DBK sendiri memiliki beberapa kriteria , see :

1. Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) adalah kabupaten atau kotayang mempunyai nilai IPKM di antara rerata sampai dengan – 1(minus satu) simpang baku, dan mempunyai nilai kemiskinan (Pendataan Status Ekonomi/PSE) di atas rerata (masing-masing untuk kelompok kabupaten dan kelompok kota).
2. Daerah Bermasalah Kesehatan Berat (DBK-B) adalah kabupaten atau kota yang mempunyai nilai IPKM lebih rendah dari rerata IPKM –1 (minus satu) simpang baku.
3. Daerah Bermasalah Kesehatan Khusus (DBK-K) adalah kabupaten atau kota yang mempunyai masalah khusus, seperti misalnya yang terkait dengan:

  • Geografi, yaitu daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.
  • Sosial budaya, yaitu tradisi atau adat kebiasaan yang mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan. Misalnya tradisi sei untuk bayi baru lahir di Kabupaten Timor Tengah Selatan, tradisi sifon di NTT, dll. Data selengkapnya baru didapat tahun 2012 setelah selesai dilakukan riset khusus, yaitu pemetaan nasional kultur budaya lokal yang berdampak pada kesehatan.
  • Penyakit tertentu yang spesifik di daerah tersebut, misalnya Fasciolopsis buski di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan, Schistosomiasis di sekitar Danau Lindu Provinsi Sulawesi Tengah, dll.

Bingung ga pemirsa ? ya saya juga bingung, intinya seperti itulah ya pemirsa. Saya sendiri semakin bingung, pada tahun 2011 juga Kabupaten Brebes tercantum dalam DBK, dengan urutan yang sama yaitu Kab. Grobogan, Kab. Brebes dan Kota Tegal. Mungkin hanya orang kesehatan dan tuhan saja yang mengetahui kenapa bisa ketiga wilayah di Jawa Tengah tersebut dikelompokkan dalam DBK. 

Pada keadaan tertentu, memang posisi Kab. Brebes paling rendah, yaitu cakupan Imunisasi campak, dengan target 90%, Kab. Brebes baru mencapai angka 76,98%, masih jauh dibawah target yang sudah ditentukan, anyway tetp salut kok sama usahanya :D . Pada cakupan persalinan ditolong tenaga kesehatan, Kab. Brebes mencapai target yang ditentukan yaitu 95,95% tetapi Kab.Brebes terdapat dalam posisi terbawah angka cakupannya diantara semua Kabupaten atau Kota lain yang ada di Jawa Tengah. 

Intinya sih, dengan angka-angka yang saya temukan tadi, saya merasa terkejut dan mungkin ini sebuah PR untuk generasi penerus Kab.Brebes untuk semakin giat memperbaiki Kabupatennya sendiri, Agar masalah-masalah yang menjadikan nama Brebes sedikit tidak enak didengar, bisa hilang sedikit demi sedikit. Dan tentunya butuh waktu, karena tidak ada yang instan di dunia ini, dan dibutuhkan kerjasama lintas sektoral dari semua masyarakat Brebes agar mewujudkan Brebes semakin baik lagi dan semakin meningkat taraf kesejahteraan rakyatnya. 
Saya sebagai warga Brebes sendiri merasa miris dengan fakta-fakta tersebut, tetapi harusnya dengan fakta tersebut, kita para generasi muda penerus bangsa, semakin semangat untuk memperbaiki keadaan daerahnya sendiri, sehingga suatu saat nanti keadaan Indonesia juga akan semakin membaik. Okay?

*sudah adzan subuh pemirsaaaa :)
rasanya lebih baik segera ambil wudhu, shalat dan apa yang terjadi selanjutnya ? BOBO! yeeaahh! haha
sampai jumpa pemirsa, koreksinya ditunggu ya, banyak kata-kata yang ga enak dipandang mata mungkin, nanti saya kasih penyedap rasa biar enak. ah sudah, semakin ngelantur! haha
Kenali potensi diri dan terus berkarya demi kesejahteraan rakyat INDONESIA!! MERDEKA!!! :D
*** Info lebih lanjut kunjungi website resmi kementerian kesehatan RI ya ? :)

No comments:

Post a Comment