mau duit dari internet ??? KLIK

Thursday, 13 March 2014

LDR, Provider Bangke, Emosi, Tawa dan Sebuah Akhir Bahagia

Ku lirik jam di hape-ku, menunjukkan hampir pukul sepuluh malam.
Tapi sesuatu yang aku tunggu, tak kunjung muncul!
Ya aku sedang menunggu
Menunggu sebuah panggilan
Atau hanya sekedar pesan singkat darinya
Dari dia yang jauh disana
Yang selalu membuatku bersemangat ...
Sumber Gambar dari Mbah Gugel :D

Aku masih berfikir kalau semuanya baik-baik saja.
Aku masih menunggu, dan bego-nya
Kenapa aku tak memulai untuk mengakhiri kegiatan menunggu-ku itu ???
Dalam otakku, biasanya dia belum selesai dengan urusannya kalau jam segitu

22:17
drrrtttt.....drrrttt...
Satu pesan singkat aku terima, isinya :
Nomor ini menghubungi anda pada pukul 21:00

Aku langsung menulis pesan untuknya, masih dengan nada bercanda
Meskipun mulai sedikit muncul kecurigaan
Tapi aku masih mencoba berfikiran positif
Mungkin dia masih menikmati "me-time"-nya dia

Aku kembali menunggu, menunggu balasan pesan singkatku
Harusnya lima menit kemudian pasti ada balasan pesanku
karena baru saja status pesanku terkirim
lima menit ...
sepuluh menit ...
tiga puluh menit ...
lima puluh menit ...
Tak kunjung ada balasan yang ku terima
Aku hampir menyerah, memutuskan untuk berfikir
"Ah mungkin dia masih ingin menikmati "me-time"-nya lebih lama"
Setengah sadar, aku melihat jam hape-ku menunjukkan pukul 23:30
Ah.. mungkin lebih baik tidur

Hampir saja aku terlelap, ketika tiba-tiba
drrrtt...drrrrtt
drrrttt...drrrrttt
drrrrttt...drrrrrtttt
aku menggapai hape-ku sekenanya
aku panik, kenapa tiba-tiba begitu banyak pesan singkat masuk
Sebagian besar pesan yang masuk
aku melihat nomor ponsel dengan nama "Aa" yang paling dominan

Aku langsung lemas, serasa tak punya tulang lagi
Gimana enggak, sebagian besar pesan itu berisi
"Nomor ini menghubungi anda pada pukul ... "
Entah sampai berapa puluh kali pesan serupa aku terima
Sisanya berisi pesan singkat dari dia

10:36
"Kamu kok susah banget sihh dihubunginnya ?!!! "
Singkat, tapi dihiasi tanda seru sampai tiga, itu artinya dia emosi
Aku ? panik -_-

10:39
"Sms ga terkirim, telfon juga ga nyambung. Kamu kemana sihh ??!"
Lagi, nada pesannya semakin jelas kalau dia ? kesel!
Aku ?? merasa bersalah :O

10:40
"Kalo mau apa-apa ngomong toh, Paling gedek kalo ga aktif "
Tanpa tanda tanya, tanda seru pun tidak. Tapi aku tau, ini puncaknya dia emosi
Aku ??? Bingung harus ngapain, sampai mata yang tadi udah berat banget
Jadi melek, kantuk-ku hilang, berubah jadi berat karena aku merasa bersalah
Antara emosi sama provider, kasian sama dia, khawatir, bingung, panik
Hampir membuatku shock sejenak, BLANK!!!

Belum selesai aku membalas pesannya
Panggilan masuk aku terima
Suaranya berat, kedengeran banget dia lagi nahan emosi

Me : Halloo.. Assalamualaikum

Aa : Wa'alaikum salam, kamu kemana aja ??
Aku langsung ditusuk dengan pertanyaan seperti itu

Me : Aku ga kemana-mana yang dari tadi, aku di kamar, nungguin kamu bales pesanku, nungguin panggilan dari kamu .... (Aku mati-matian menahan suara-ku, aku takut tak terkontrol, aku hampir menangis saat itu, karena tak pernah sebelumnya dia semarah ini ke aku )

Aa : Lah terus kenapa ga nyoba ngehubungin aa duluan ? (Nadanya agak emosi, tapi terdengar sedikit ditahan)

Me : Iya aku minta maaf, aku fikir, aa masih asik dengan temen-temen. Iya aku bego, padahal sih udah curiga tadi, aku minta maaf aa... sumpah! Aku ga kemana-mana, aku ga ngapa-ngapain, nomorku sedari tadi aktif, dan aku ga matiin hape. (aku nyerocos panjang, udah berasa gerbong kereta aja, aku benar-benar merasa bersalah)

Perdebatan kecil terjadi, aku terus meminta maaf
Maafku yang seolah tak mau berakhir itu bukan berarti aku tak dimaafkan olehnya
Tapi rasa bersalahku karena udah membuat dia segitu emosi-nya lah yang membuatku tanpa sadar terus mengucapkan kata maaf itu

Perlahan-lahan suaranya mulai melunak
Nada bicaranya mulai terdengar lembut seperti biasanya
Mulai sedikit mengajakku bercanda
Ah, sedikit lega. Meskipun masih merasa bersalah banget
Segitu sabarnya dia... Meskipun aku tau
Dia pasti bener-bener emosi tadi
Kalaupun aku jadi dia
Mungkin aku juga bakal meluapkan emosi-ku
Entah meluap jadi sebuah amukan
Atau meluap menjadi sebuah tangisan ....

SUMPPPPAAAHHH!!!! Aku ga ngerti kenapa akhir-akhir ini X* sering banget error
Padahal, tahun sebelumnya , ga pernah tuh pesan singkat sampe ga masuk gara-gara ke pending
Ga pernah tuh nomor aktif dibilang sama operator katanya ga aktif!
Rasanya pengen bakar tuh provider!
Bangke banget pokoknya!!

Kalau aku dan dia dekat
Mungkin ini bukan suatu masalah
Masalahnya, hubungan ini aja udah jauh
Hubungan yang ku jalani itu jarak jauh
Bahasa kerennya , Long Distance Relationship (LDR)
Aku berada di pusat kota provinsi
Dia nun jauh disana, disebuah kota dekat dengan perbatasan provinsi lain
Kunci hubungan jarak jauh itu kepercayaan sama komunikasi yang lancar!
Wajar banget lah kalo si aa sampe begitu emosi-nya
Aku juga memaklumi hal itu
Gambar : Mbah Gugel 

LDR itu bukan hal gampang
Kalau provider yang kita pakai sering error macam sekarang
ya alamat, yang ada pasti cuma perdebatan dan saling menyalahkan
Kalau keduanya sama-sama maunya bener
Keras kepala, ga mau saling ngerti, ga mau percaya
Ya selamat, LDR itu bakalan sekian dan terimakasih


LDR juga bukan hal yang susah
Kalau diantara keduanya punya komitmen buat saling percaya
Komunikasi lancar, baik melalui pesan singkat ataupun telepon
Saling mengerti, saling memahami kesibukan masing-masing
Nggak posesif, nggak ngekang dia yang jauh disana, saling setia
Plus memberikan "Me-time" tepat pada porsinya
Gambar : Mbah Gugel


LDR itu bakalan baik-baik aja kok
LDR bakalan bahagia kok
Justru itulah tantangannya, mempercayai dia yang ga setiap hari kita tau semua aktifitas dia dengan mata
Prinsipnya : Kalau sayang mah pasti ga bakal pernah lah buat berfikiran mau macem-macem saat dipisah oleh jarak, karena ga berguna juga cemburu berlebihan, yang ada dia yang jauh disana semakin bosan dan ingin segera lepas dari hubungan LDR itu...
Gambar : Mbah Gugel

Aku sempat berpesan : Aa, suatu saat, kalau nomorku error lagi, pesan singkatmu tak terkirim, panggilanmu tak diteruskan ke nomorku, Jangan buru-buru punya fikiran negatif ya ? Karena emosi itu cuma bikin orang cepet capek, sakit ati sendiri juga. Percaya aku disini ga bakal macem-macem, aku ga nakal karena aku juga percaya aa disana ga bakal macem-macem, Okay sayang ?

Perdebatan bersamanya malam ini berakhir tawa
Seperti perdebatan - perdebatan sebelumnya
Hampir setiap ada sedikit masalah, kita berdebat
namun akhirnya, rasa sayanglah yang menang!
Iya, kita mengalahkan ego kita masing-masing!
Ya, kita memang atlet yang kuat untuk mengalahkan ego!
Kita menyadari tak ada gunanya untuk membesarkan masalah
Bertanding dengan jarak, bertahan dengan harapan!
Berlomba dengan ego, agar terus berpositive thinking :D
Dan akhirnya nanti, kita akan mendapatkan medali
Medali yang tak ternilai harga-nya, yaitu hidup bersama dan bahagia tanpa terpisah jarak lagi

Aku suka berdebat dengannya, beradu argumen dengannya
saling meledek, bahkan cenderung mengolok-olok satu sama lain
Tapi semua itu membuatku semakin kagum
Dia bersikap dewasa untuk semua tingkah laku-ku yang cenderung childish 
Dia selalu bisa merubah emosi-ku menjadi tawa
Dia selalu bisa menenangkanku saat emosi menguasai jiwa


*Ah, semua tentangmu itu memang istimewa :*
Terimakasih mau mengerti keadaanku
Suatu saat, Long Distance Relationship kita ini bakalan jadi Long Lasting Relationship, PASTI! :D


No comments:

Post a Comment