mau duit dari internet ??? KLIK

Tuesday, 6 May 2014

Tamparan Keras depan Dekanat

Aku tengah asik mendengarkan radio di siang hari yang super cerah ini
salah satu note di hapeku menggelitik otak

" 07.55 Depan dekanat FIK, mahasiswa dengan wajah lumayan ganteng
membawa boks berisi macam-macam jajanan
"Sarapan mbak ?" sebuah senyum kecil tersungging di bibirnya, ku lihat setitik rasa malu dari raut mukanya
Ah, ternyata masih ada cowo dengan wajah lumayan ganteng yang ga cuma bisa pamerin harta ortu dan ngabisin duit ortu "

Ah iya, aku inget! 
Tadi pagi, saat kaki melangkah pulang dengan wajah sedikit kecewa
dan sedikit keluhan-keluhan yang sebenarnya sih mungkin ga perlu

Aku tak sengaja melihat sosok itu, iya sosok cowo pembawa boks transparan berisi macam-macam jajanan, dan kalo boleh jujur saya tergoda dengan sosok jajanan yang ada dalam boks itu, untungnya aku segera sadar, kalo pagi ini aku tak membawa uang ke kampus. Kasian juga kalo aku udah nyamperin ternyata ga jadi beli, kan ?
Saat aku melihatnya, dia tengah menawarkan jajanan itu ke mas-mas yang tengah duduk menatap layar leptop depan dekanat, samar-samar aku mendengar mas itu mengatakan tidak, dia menyunggingkan senyum. Aku sedikit terpana, memang mahasiswa-mahasiswi kuliah sambil berjualan itu sudah hal yang umum di kampusku, ya mungkin kampus kalian juga. Tapi kali ini, dia adalah sosok berjenis kelamin laki-laki, cowo! jarang sekali lho di kampus ada cowo yang mau gitu, aku malah baru melihatnya kali ini, kebanyakan pasti cewe. Salut buat keberaniannnya menanggalkan gengsi, menahan malu, semangatnya mencari uang dan senyum tulus yang diberikan meskipun setelah mendapat penolakan.

Kemudian aku dan dia berpapasan dia menawarkan juga kepadaku "Sarapan mbak ?" ya seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya, segurat senyum terukir di bibir. Ah, hampir terlena saya! haha. Dengan cepat aku menyadarkan diri, ku tolak dengan halus "Emm.. enggak mas :D" aku mencoba senyum karena sebenarnya jujur aku kelaperan dan pengin beli. Dia kembali menyunggingkan senyum itu, seraya melanjutkan langkah dan mengucapkan "makasih mbak".

Apa pula ini ??? saat ditolak saja dia masih bisa mengucapkan terima kasih. Aku yang tadi mengeluh, sekarang malah berfikir. Masih ada cowo yang gitu ?? yang ga malu kuliah bawa-bawa boks makanan dan menawarkan kepada setiap orang yang ditemui ?? yang menanggalkan gengsi demi mimpinya bisa menikmati kuliah sampai lulus nanti ? aku rasa dia hanya ada satu diantara seribu satu, mungkin dia termasuk spesies cowo langka, yang harusnya cowo-cowo sekarang yang bisanya cuma males-malesan di kost, bolos kuliah, cuma bisa main , ngabisin duit ortu, boongin ortu dengan alasan beli buku ini, bayar kegiatan itu patut bersyukur lebih dan lebih lagi karena masih bisa melakukan itu semua tanpa harus bersusah payah berjuang sendiri untuk mendapatkan rupiah demi rupiah. 

Satu pelajaran yang aku ambil dari peristiwa yang singkat, bahkan sangat singkat tadi, ternyata memang aku harus lebih lebih banyak buat bersyukur atas semua nikmat allah yang selama ini aku dapatkan yang sudah tak terdefinisikan seberapa banyak itu, bukan malah mengeluhkan hal kecil, yang tidak ada bandingannya apa-apa dengan nikmat-nikmat yang telah allah berikan . Aku tak perlu bersusah payah mencari uang sendiri, tak perlu susah payah menahan sedikit malu karena harus membawa makanan yang harus dijual, tak perlu susah payah mencari, tinggal telfon atau mengirim pesan singkat ke ortu, pasti akan segera mereka kirimkan uang itu, tak perlu bersusah payah membagi waktu antara kuliah-mencari uang-mengerjakan tugas-beribadah-istirahat-sedikit bersantai, Hanya perlu aku belajar dengan baik disini, beribadah yang tekun serta menjaga diri itu yang jadi permintaan ortu. Ah, ya allaahh terimakasih untuk seemua nikmatmu, aku terlalu sibuk memperdebatkan ujian kecil darimu, sampai lupa bersyukur atas nikmat yang tak terkira ini. Semoga aku tak termasuk yang kufur atas nikmat-MU ya allah.


Ketika kita sibuk menghujat tuhan atas cobaan yang kita dapatkan
Mungkin kita perlu menengok ke bawah
melihat orang-orang yang tidak seberuntung kita
Agar kita SADAR, bahwa kita harusnya masih bisa  bersyukur
karena kita masih bisa menikmati apa yang tidak mereka rasakan

Maaf buat mas mahasiswa tadi, aku tak bisa membeli makanan-mu, tapi dalam hati kecilku aku sempat berucap semoga rezeki mu terus berlimpah dan dimudahkan kalau niatmu memang tulus dan benar-benar ingin mencari ilmu. Dan terima kasih untuk pelajaran berharga-nya pagi ini, aku serasa ditampar, aku terkejut dan tersadar, ya aallah betapa hina-nya aku, dengan segala kemudahan-kemudahan yang Engkau berikan, masih saja ada yang aku keluhkan bahkan lebih banyak mengeluhnya. Betapa aku merasa malu, disaat orang lain sudah bisa mencari uang untuk dirinya sendiri, aku masih sibuk meminta-nya dari orang tua, bahkan kadang disertai paksaan minta ini-minta itu, terima kasih sekali lagi.. Semoga suatu waktu kita dipertemukan lagi, agar aku bisa membeli makanan-mu, membalas rasa bersalahku hari ini, :)

Buat cowok yang saat ini kuliah dan masih minta duit ke orang tua
Jangan cuma bisa menghabiskan duit mereka dengan sia-sia
Dan bangga memamerkan harta orang tua sana-sini 
Sadarlah, kalian tak lebih baik dan membanggakan 
Dibandingkan dengan mereka yang berusaha lebih keras
Untuk membagi waktu antara kuliah-mencari uang-nugas-belajar 
Bahkan mungkin tak sempat bersantai seperti kalian
Harusnya kuliah kalian lebih baik, nilai kalian bagus sebagai rasa terima kasihmu ke orang tua
Bukan malah bisanya tiduran + males-malesan di kost, bergadang sampai pagi buat main kartu
Paginya males ngampus, bolos kuliah, ngerjain tugas asal-asalan
Boongin orang tua bilang mau beli buku ini-itu
Ikut kegiatan ini-itu padahal duitnya cuma buat seneng-seneng yang ga bermanfaat

Sekiaan, terima kasiiiih :D
Semoga bisa menjadi pelajaran agar kita bersyukur dengan apapun nikmat yang allah berikan :)

No comments:

Post a Comment